Quiz – Blockchain For Education – Fundamental

Let's Join Us

Quiz – Blockchain For Education – Fundamental

1. Jawablah Pertanyaan berikut :

– Which universities have used blockchain technology?

– What developments can make the Era 4.0 blockchain more advanced?

– Specify in what areas the distributed ledger may be applied?

2. Semua jawaban PL801Z & SI283Z masuk ke dalam iMe ADT (Alphabet Develop Team). dengan cara Add New Post.

3. Kerjakan dengan teliti dan benar.

Status : 100%
Keterangan : Sudah Dikerjakan
Pembuktian :

1.  Berikut adalah beberapa Universitas yang telah menerapkan teknologi Blockchain pada sistem perkuliahannya, antara lain :

  • Universitas Raharja
  • National University of Singapore.
  • Royal Melbourne Institute of Technology.
  • University of California Berkeley.
  • University of Zurich.
  • Massachusetts Institute of Technology.
  • Hong Kong Polytechnic University.
  • University College London (UCL)
  • Tsinghua University.

Salah satu nya adalah Universitas Raharja yang telah menerapkan teknologi BlockChain pada sistem perkuliahan, karena Tim Vexanium dan Universitas Raharja Tangerang telah sepakat kerjasama bangun pendidikan berbasis Blockchain.

Tim dari Universitas Raharja Dr. Po Abas Sunarya M.Si sekaligus Rektor Universitas Raharja  berharap melalui kerjasama ini  tim Vexanium bisa mendukung Universitas Raharja untuk melahirkan programmer-programmer handal khususnya di bidang blockchain.

Sebagai langkah awal dari kerjasama ini, telah diterbitkan penelitian dalam bentuk jurnal mengenai Proyek Pendidikan Berbasis Blockchain ini oleh Universitas Raharja. Dalam penelitian tersebut disampaikan bahwa pengembangan dan peningkatan pengetahuan teknologi blockchain menjadi peran penting dalam kegiatan ekonomi kreatif mahasiswa ke depannya.

“Peran teknologi dalam kegiatan ekonomi kreatif mahasiswa sangat berperan besar. Dengan adanya Proyek Pendidikan Berbasis Blockchain dapat memudahkan mahasiswa untuk mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan dalam teknologi blockchain.

Tim Vexanium adalah tim pengembang blockchain yang berhasil meluncurkan jaringan protokol blockchain sendiri yang dinamakan Vexanium. Teknologi Vexanium adalah protokol blockchain open-source (tidak memerlukan izin) untuk membuat kontrak pintar (smart contract) dan aplikasi terdesentralisasi (Decentralized Applications / DApps) di atas jaringannya.

 

2. Ditengah era teknologi yang terus berkembang pesat tentunya memiliki pengaruh besar terhadap kualitas dari individu diseluruh penjuru dunia. Salah satunya yang saat ini semakin mendunia yaitu teknologi Blockchain, pada awal kemunculannya , Blockchain hadir melalui transaksi cryptocurrency seperti Bitcoin, bahkan kini telah merambat kepada Enterprise System. Kini dapat dibilang sebagai teknologi penyedia dokumen digital, dan muncul untuk merevolusi teknologi keuangan yang lebih modern dengan sistem kerja yang lebih instan dan efisien tanpa perlu bergantung pada server yang tersentralisasi.

Sebagai upaya dalam mendukung perkembangan teknologi di Era Industri 4.0, Universitas Raharja terus fokus berkontribusi untuk memberikan informasi yang bersifat edukatif, khususnya dalam Teknologi Blockchain, yang kini semakin digunakan pada kebutuhan sektor industri.

Selanjutnya bila melihat dari sisi potensi Blockchain di Indonesia, wilayah di Indonesia secara  geografi sangat decentralized, dan terus mendapat antusias besar dibuktikan salah satunya dengan diterima dengan baik oleh pemerintah dan perusahaan yang semakin bertambah. Kemudian Oham Dunggio mengungkapkan bagaimana Blockchain sebenarnya sudah kerap digunakan misalnya dalam, Remittances, QRIS, Record Keeping/ Medical Record/ Tax Paying, Intenet of Things & Big Data, dan Supply Chain Management.

Tujuan dari Blockchain menekankan terhadap bentuk transparan, khususnya disektor keuangan, jadi bagi perusahaan dan industri yang telah mengadopsi teknologi Blockchain ini dapat dengan mudah dilacak serta dapat diakses oleh siapapun melalui internet dan tentu memberikan rasa aman terhadap data pribadi karena itu sangat dibutuhkan sebagai jaminan.

 

3. Pembahasan mengenai Distributed Ledger Technology (DLT) selalu mengacu pada infrastruktur dan protokol teknologi yang memungkinkan akses simultan, validasi, dan pembaruan perihal pencatatan dengan cara yang tidak berubah di seluruh jaringan yang tersebar di beberapa entitas atau lokasi tertentu.

Distributed Ledger Technology, lebih dikenal sebagai teknologi blockchain, diperkenalkan pertama kali oleh Bitcoin dan sekarang menjadi pembahasan yang hangat di dunia teknologi mengingat potensinya di seluruh industri dan sektor. Dengan kata lain, Distributed Ledger Technology adalah tentang gagasan jaringan “terdesentralisasi” melawan mekanisme “terpusat” yang konvensional, serta dianggap memiliki implikasi luas pada sektor dan entitas yang telah lama mengandalkan program pihak ketiga atau third party.

Distributed Ledger Technology (DLT) adalah sebuah protokol yang memungkinkan keamanan basis data digital yang terdesentralisasi. Jaringan yang terdistribusi ini menghilangkan kebutuhan akan otoritas pusat untuk mengawasi manipulasi.

DLT memungkinkan penyimpanan semua informasi dengan cara yang aman dan akurat menggunakan teknologi kriptografi. Hal yang sama dapat diakses dengan menggunakan “kunci” dan pengaman dari kriptografi. Setelah informasi tersebut disimpan, ia menjadi database yang tidak dapat diubah dan diatur oleh jaringan luar.

Pengaplikasian Distributed Ledger Technology (DLT) antara lain :

  • Finance/Perbankan
  • Online Shop
  • Entertaintment
  • Supply chains of various commodities
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x