Quiz – Blockchain For Education – Fundamental – Ayi Rakhmat Ramdani 1912423491

Let's Join Us

Quiz – Blockchain For Education – Fundamental – Ayi Rakhmat Ramdani 1912423491

Questions :

 

1. Jawablah Pertanyaan berikut :
– Which universities have used blockchain technology?
– What developments can make the Era 4.0 blockchain more advanced?
– Specify in what areas the distributed ledger may be applied?

 

2. Semua jawaban PL801Z & SI283Z masuk ke dalam iMe ADT (Alphabet Develop Team). dengan cara Add New Post.

 

3. Kerjakan dengan teliti dan benar.

 

Answer :

 

1. Universitas Raharja adalah salah satu universitas yang sudah menggunakan teknologi blockchain.

Universitas Raharja Tangerang dan Tim Vexanium sepakat menjalin kerjasama untuk membangun proyek pendidikan berbasis blockchain. Nantinya proyek pendidikan berbasis blockchain akan berada di Bagian Inkubator Bisnis Universitas Raharja, Tangerang. Tim Vexanium adalah tim pengembang blockchain yang berhasil meluncurkan jaringan protokol blockchain sendiri yang dinamakan Vexanium. Teknologi Vexanium adalah protokol blockchain open-source (tidak memerlukan izin) untuk membuat kontrak pintar (smart contract) dan aplikasi terdesentralisasi (Decentralized Applications / DApps) di atas jaringannya.

 

2. Teknologi informasi bukanlah sesuatu hal yang susah didapatkan saat ini, karena sudah masuk ke semua lini kehidupan masyarakat. Teknologi informasi terus berinovasi dan bertransformasi serta semakin canggih, dengan kecanggihannya bisa memberikan banyak kemudahan bagi kehidupan masyarakat. Kemudahan tersebut juga dirasakan dalam dunia ekonomi terutama dalam
perdagangan. Saat ini perdagangan tidak terlepas dari teknologi informasi. Dengan adanya sinergi antara perdagangan dan teknologi informasi maka terciptalah istilah e-commerce. Di Indonesia pertumbuhan e-commerce sangat pesat, terutama 4 tahun terakhir, peningkatannya mencapai 500 persen, ini juga dibuktikan dari hasil riset Google dan termasuk dalam laporan e-Conomy SEA 2018 yang menunjukan bahwa transaksi e-commerce Indonesia mencapai US$ 27 miliar atau setara dengan Rp 391 triliun (Rahayu 2019). Disisi lain Direktur Pemberdayaan Informatika, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo (Kemenkominfo), Septriana Tangkary menyatakan bahwa pertumbuhan nilai e-commerce di Indonesia tahun 2018 mencapai 78 persen. Angka pertumbuhan tersebut merupakan yang tertinggi di dunia. Indonesia merupakan negara 10 terbesar pertumbuhan e-commerce dengan pertumbuhan 78 persen dan berada di peringkat pertama. Sementara Meksiko berada di peringkat kedua, dengan nilai pertumbuhan 59 persen (Zuraya 2019).  Sejalan dengan pertumbuhan e-commerce, pada quartal pertama tahun 2018 Indonesia sempat dihebohkan dengan munculnya istilah revolusi industri 4.0 atau industri 4.0. Hampir semua lini masyarakat dan media mainstream bertanya dan membicarakan serta memberitakan tentang industri 4.0. Tidak lama setelah itu tepatnya tanggal 20 Maret 2018 Kementerian Perindustrian mensosialisasikan bahwa kementeriannya telah merancang Making Indonesia 4.0 yaitu merupakan suatu road map yang terintegrasi untuk mengimplementasikan sejumlah strategi dalam memasuki era industri 4.0. Didalam sosialisasi tersebut Menteri Pendustrian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa kita sudah memasuki industri 4.0 sejak tahun 2011, itu ditandai dengan meningkatnya konektivitas, interaksi dan batas antara manusia, mesin dan sumber daya lainnya yang semakin konvergen melalui teknologi informasi dan komunikasi (Kementerian Perindustrian 2018). Tidak ketinggalan juga para praktisi dan akademisi melakukan kajian kajian dan pembicaraan ilmiah mengenai industri 4.0 yang disandingkan dengan bidang keilmuan dan kepakaran mereka masing-masing. Sampai saat tulisan ini dibuat topik tentang industri 4.0 masih tetap hangat diperbincangkan dalam forum-forum resmi dan tidak resmi. Masih hangatnya pembicaraan tentang industri 4.0, dunia dikejutkan dengan pernyataan dari Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada acara pertemuan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos Swiss tanggal 23 Januari 2019. Dimana dalam pernyataannya dia mempunyai visi mengenai Masyarakat 5.0 atau Society 5.0. Dia mengatakan bahwa masyarakat 5.0 akan dihubungkan oleh data untuk meningkatkan pertumbuhan di masa depan (Roby 2019; Haryanti 2019). Dengan pertumbuhan e-commerce yang begitu pesat kemudian melihat perkembangan industri 4.0 dan gambaran mengenai society 5.0, maka penulis bertujuan untuk membahas keselarasan dan dampak era industri 4.0 dan society 5.0 terhadap e-commerce secara umum.

 

3. Distributed Ledger dapat diterapkan pada struktur data apa pun yang menumpuk data ke dalam blok yang diberi timestamp. Blockchain ini berfungsi sebagai multiversion concurrency control (MVCC) terdistribusi dalam basis data. Sama halnya seperti MVCC dalam mencegah dua transaksi secara bersamaan memodifikasi objek tunggal dalam basis data, blockchain juga mencegah dua transaksi yang menghabiskan output tunggal yang sama dalam blockchain.

 

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x