Assignment 4 Blockchain & Bitcoin
Blockchain
Blockchain adalah serangkaian catatan data yang dikelola oleh suatu kelompok komputer yang di dalamnya tidak dimiliki oleh satu entitas apapun. Berbagai blok data ini diamankan dan juga diikat satu sama lain dengan menggunakan prinsip kriptografi.
Jaringan di dalamnya tidak mempunyai otoritas pusat, karena di dalamnya adalah catatan buku besar yang dibagikan dan juga tidak berubah, seluruh informasi yang ada di dalamnya terbuka untuk siapa saja untuk mereka yang ingin melihatnya.
Untuk itu, setiap hal yang di bangun di dalam blockchain pada dasarnya bersifat transparan dan setiap orang yang terlibat di dalamnya bertanggung jawab atas tindakan mereka masing-masing.
Buku besar
Buku besar menurut definisi itu adalah buku catatan yang menyimpan semua transaksi keuangan organisasi. Di sekolah dan perguruan tinggi Anda menyebutnya sebagai register.
Sejak zaman kuno, buku besar telah menjadi jantung transaksi ekonomi untuk mencatat kontrak, pembayaran, transaksi jual-beli atau pergerakan aset atau properti. Perjalanan yang diawali dengan pencatatan pada lempengan tanah liat atau papirus, membuat lompatan besar dengan ditemukannya kertas. Selama beberapa dekade terakhir, komputer menyediakan proses pencatatan dan pemeliharaan buku besar kemudahan dan kecepatan. Saat ini, dengan inovasi, informasi yang disimpan di komputer bergerak menuju bentuk yang jauh lebih tinggi yang diamankan secara kriptografis, cepat, dan terdesentralisasi. Lupakan tentang kriptografi saat ini.
Gambar di atas adalah representasi bergambar tentang cara kerja sistem Sentralisasi dan Desentralisasi.
Buku Besar Terpusat
Buku besar terpusat juga dikenal sebagai buku besar umum berisi semua akun untuk mencatat transaksi yang berkaitan dengan aset, kewajiban, ekuitas pemilik, pendapatan, dan pengeluaran perusahaan. Apa pun di dunia yang memiliki nilai finansial membutuhkan buku besar. Di zaman modern, buku besar terkomputerisasi muncul yaitu Enterprise resource planning (ERP), buku besar berfungsi sebagai repositori pusat untuk data akuntansi yang ditransfer dari semua sub buku besar, manajemen kas, aset tetap, pembelian, dan proyek. Buku besar adalah tulang punggung dari setiap sistem akuntansi yang menyimpan data keuangan dan non-keuangan untuk suatu organisasi. Kumpulan semua akun dikenal sebagai buku besar. Dalam sistem manual atau non-komputerisasi ini mungkin sebuah buku besar. Setiap akun dalam buku besar terdiri dari satu atau lebih halaman.
Kekurangan dari buku besar terpusat
Misalnya bank memiliki kontrol total atas transaksi mana yang diposting di buku besar karena ini adalah buku besar aset terpusat yang mencantumkan semua transaksi yang dikendalikan oleh satu entitas, seperti laporan bank, dengan ini mereka dapat mendenda Anda dan langsung mengambil uang. dari Anda tanpa persetujuan Anda. Ini adalah bahaya dari buku besar terpusat karena jika entitas yang bertanggung jawab memiliki niat jahat, ia dapat melakukan beberapa kerusakan serius pada kliennya.
Kerugian lain dari buku besar terpusat adalah entitas pengendali dapat ditutup tanpa pemberitahuan dan transaksi tidak akan diproses lagi. Pemberian wewenang semacam ini kepada seseorang akan mengakibatkan kesalahan, baik disengaja maupun tidak.
Buku Besar Terdistribusi:
Pemahaman pertama saya setelah membaca banyak artikel tidak lain adalah buku besar bersama. Tidak ada administrator pusat atau penyimpanan data terpusat. Buku besar terdistribusi pada dasarnya adalah basis data aset yang dapat dibagikan ke seluruh jaringan berbagai situs, geografi, atau institusi. Semua peserta dalam jaringan (Di sini jaringan tidak lain adalah semua orang yang terhubung satu sama lain dengan komputer mereka) dapat memiliki salinan buku besar yang identik. Setiap perubahan pada buku besar tercermin dalam semua salinan dalam hitungan menit, atau dalam beberapa kasus, detik. Aset dapat berupa keuangan, hukum, fisik atau elektronik. Keamanan dan keakuratan aset yang disimpan dalam buku besar terjaga secara kriptografis ( Kriptografi tidak lain adalah enkripsi).
Bitcoin
Jaringan blockchain adalah salah satu bagian dari financial technology. Blockchain mencakup semua transaksi cryptocurrency, dan yang paling menonjol adalah Bitcoin. Blockchain adalah catatan publik yang hanya ada di dunia digital sehingga orang yang mempunyainya tidak mendapatkan uang atau koin secara fisik. Orang bisa mendapatkan cryptocurrency di dunia digital baik dengan menerima, melakukan trading, atau mining. Tidak ada bank sentral di Blockchain karena transaksi dikelola oleh pengguna-pengguna yang telah membuat catatan tersebut.
Bitcoin dalam hal tersebut menggunakan teknologi P2P (teknologi peer- to-peer) tanpa otoritas pusat. Maka dari itu fungsi seperti penerbitan, proses transaksi dan verifikasi dilakukan secara kolektif oleh jaringan tanpa pengawasan dari lembaga pusat. P2P adalah salah satu model jaringan komputer yang terdiri dari dua atau beberapa komputer, dimana setiap station atau komputer yang terdapat di dalam lingkungan jaringan tersebut bisa saling berbagi. Jaringan ini memudahkan pengguna dalam bertransaksi secara langsung tanpa memerlukan jasa dari pihak ketiga seperti misalnya bank. Algoritma, program komputer, dan komunitas pengguna yang memungkinkan sistem cryptocurrency seperti Bitcoin untuk dikembangkan dan dioperasikan sekarang berfungsi sebagai platform untuk mendukung hubungan dan aktivitas komersial yang terus berkembang disamping fungsi pertukaran nilai ekonomis yang ditawarkan oleh digital asli. Aplikasi mata uang platform yang ditawarkan oleh Bitcoin dan sistem cryptocurrency lainnya memungkinkan pembuatan, operasi, dan pengelolaan sistem buku besar cryptography transaksi terdistribusi yang bersifat global dan memungkinkan semua node dalam jaringan untuk berbagi informasi riwayat transaksi yang terakumulasi dari waktu ke waktu. Maka dari itu, Hal ini menjadi keuntungan bagi masyarakat dimana setiap orang dapat mempunyai catatan blockchain tersendiri tanpa ada suatu badan atau individu yang mengontrolnya.
Individu atau badan yang mengontrol Bitcoin menyimpan Bitcoin menggunakan wallet. Wallet adalah aplikasi yang menyediakan primary user interface. Wallet mengkontrol seluruh akses dana dari pengguna, mengelola kunci dan alamat, melacak saldo, membuat dan menandatangani transaksi. Dompet hanya berisi kunci (key), koin tetap dicatat di dalam blockchain pada jaringan Bitcoin. Pengguna mengendalikan koin di jaringan dengan menandatangani transaksi dengan kunci di wallet.
- Blockchain
Sistem blockchain diperkenalkan bersamaan dengan terciptanya Bitcoin pada tahun 2009. Blockchain adalah dasar dari semua transaksi Bitcoin yang pernah dijalankan. Setiap node (komputer pengguna) secara lengkap memiliki salinan blockchain yang diunduh secara otomatis ketika pengguna bergabung dengan jaringan Bitcoin. Blockchain memiliki informasi lengkap tentang alamat dan saldo dari transaksi pertama yang pernah dilakukan ke blok yang baru saja selesai. Blockchain dapat disebut sebagai catatan publik berarti bahwa mudah untuk melihat transaksi yang berkaitan dengan alat Bitcoin tertentu. Bitcoin dalam hal ini berdiri dengan mekanisme trustless di semua jaringan, pengguna dapat mempercayai sistem catatan publik yang disimpan diseluruh dunia pada node yang terdesentralisasi tanpa harus dengan harus membangun dan memelihara kepercayaan dengan pihak lawan transaksi (orang lain) atau perantara pihak ketiga (seperti bank). Transaksi Bitcoin tersebut akan ditambahkan ke blockchain dengan permanen dan dapat diakses oleh siapapun.
- Peer-to-peer (P2P)
Implementasi jaringan P2P dalam Bitcoin berarti jaringan tersebut menciptakan struktur di mana tidak ada server terpusat, seluruh anggota jaringan tersebut berkedudukan setara. Karena tidak memiliki bank sentral tersebut, Bitcoin pun mengandalkan jaringan P2P ini untuk menjalankan sistemnya. Dengan P2P, para anggota pengguna akan diberikan informasi berupa seluruh transaksi Bitcoin yang sama di seluruh komputer milik pengguna Bitcoin di seluruh dunia. Maka dari itu seluruh sejarah transaksi Bitcoin akan tersedia untuk umum. Hal ini juga diperlukan untuk memvalidasi transaksi untuk mencegah pengeluaran ganda (double spend) dalam ketiadaan dari otoritas pusat. - Desentralisasi
Sebagai uang virtual, Bitcoin mempunyai konsep transaksi yang berbeda dengan mata uang lainnya. Sebagian besar mata uang memiliki jenis transaksi yang disebut sebagai triangle type of transaction, dimana bank memiliki peran penting untuk menjadi perantara antar pihak. Tipe transaksi triangle biasanya disebut sebagai sentralisasi dimana bank berperan dalam perantara keuangan. Sedangkan konsep desentralisasi yang dimiliki oleh Bitcoin sebagai uang virtual hanya membutuhkan dua pihak yang saling setuju tanpa perantara pihak lain. Perkembangan transaksi digital selama ini sangat berkembang seperti penggunaan Visa, MasterCard, Paypal, dan Western Union yang dikelola oleh pihak ketiga untuk melakukan fungsi pengelolaan data nasabah. Namun dengan konsep desentralisasi yang ada di dalam Bitcoin ini kemudian memungkinkan transaksi yang dilakukan oleh pengguna tidak tergantung oleh pihak ketiga. Hal ini dimungkinkan karena bitcoin menggunakan teknologi jaringan peer-to-peer dalam mengelola setiap transaksi yang terjadi.
- Anonimitas
Pengguna Bitcoin dalam hal ini dapat mengambil langkah untuk melindungi identitas pengguna dengan lebih baik, pengguna dapat menghindari mengungkapkan informasi pengidentifikasi apa pun terkait dengan identitas mereka. Jadi dalam penggunaannya, pengguna Bitcoin dapat tidak memberikan informasi apapun mengenai datanya sehingga walaupun seluruh transaksi di Bitcoin dapat dilihat oleh setiap anggota pengguna, namun akibat dari anonimitas para pengguna tidak dapat mengklarifikasi transaksi tersebut milik siapa dan dikirimkan kepada siapa. Hal tersebut kemudian membuat pengguna Bitcoin menyalahgunakan sistem tersebut yang dengan adanya sifatnya anonimitas dapat membuat tindakan kejahatan seperti jual-beli narkotika, pencucian uang, dan tindakan lainnya menjadi lancar dan tidak teridentifikasi.
