CerMi seminar ICMIS & ICRI 2020 – Luthfi Izzatul Azka

Hari jumat tanggal 11 September 2020 telah berlangsung Seminar International yang di adakan Universitas Raharja dengan para profesor dari berbagai penjuru dunia, ada yg dari tanah air Indonesia, Korea Selatan, Prancis, Pakistan, dll
Ini adalah seminar internasional yang pertama kali saya ikuti, dan seminar kali ini diadakan secara daring karena adanya covid-19. Pada seminar kali ini saya mendapat banyak sekali ilmu yg bermanfaat dari para profesor dari mancannegara. Semoga ilmu yang saya dapat dari seminar ini bermanfaat buat saya kedepan nya.
Seminar yang diselenggarakan oleh Universitas Raharja kali ini berbeda karena dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom dikarenakan adanya wabah Covid-19.
Ini pertama kalinya saya mengikuti seminar secara online. Seminar ini sangat menambah wawasan buat saya. Senang rasanya dapat melihat orang-orang hebat yang mengisi seminar tersebut. Tidak hanya itu, materi yang mereka berikan pun sangat mudah dipahami. Berikut beberapa hal yang saya dapat dari seminar itu :
Ardy Wibowo :
Alalwan dkk. 2017
“Perkembangan teknologi Web 2.0 telah membawa perubahan mendasar dalam perkembangan internet. Hal-hal tersebut terjadi terutama untuk interaksi sosial menggunakan platform media sosial.”
Samati dkk. (2015)
“Fungsi media sosial yang lebih kompleks secara umum adalah untuk menunjukkan identitas, melakukan percakapan, berbagi informasi, kehadiran sosial, menjalin relasi, membangun reputasi, dan membentuk kelompok.”
Giandari Maulani, M.Kom. :
Partisipasi Prinsip Penilaian Pedesaan
9 prinsip penilaian pedesaan partisipasi meliputi :
1. Komunitas dilihat sebagai subyek bukan obyek.
2. Orang luar sebagai fasilitator dan masyarakat sebagai Pelaku.
3. Penyelamat memposisikan diri sebagai Orang Dalam bukan orang luar.
4. Fokus pada topik utama masalah.
5. Pemberdayaan dan partisipasi masyarakat dalam penentuan indikator soCral (indikator evaluasi partisipatif) Peningkatan kapasitas masyarakat melalui proses penilaian situasi, pengambilan keputusan, penetapan kebijakan, evaluasi dan koreksi kegiatan yang dilakukan.
6. Keterlibatan semua anggota kelompok dan menghormati perbedaan.
7. Konsep Triangulasi; yaitu konsep mampu memperoleh informasi mendalam yang andal.
8. Konsep Triangulasi merupakan suatu konsep berupa pemeriksaan (check) dan pemeriksaan ulang (recheck). Optimasi hasil.
9. Fleksibel dalam proses partisipasi.
